ZEISS AT TORBI merupakan lensa intraokular (LIO) monofokal torik produksi Carl Zeiss Meditec AG, Jena, Jerman. Lensa ini dirancang untuk mengoreksi astigmatisme kornea reguler sekaligus mengganti lensa kristalin pada operasi katarak.
Ciri khas AT TORBI adalah desain optiknya yang bitorik, yaitu komponen torik terbagi pada permukaan anterior dan posterior lensa. Desain optiknya juga asferik dengan aberasi netral (aberration neutral). Untuk menjaga posisi lensa, AT TORBI memakai haptik plat dengan empat titik tumpu (4-haptic plate design) yang dirancang untuk meminimalkan rotasi.
Lensa ini dapat dimasukkan melalui insisi mikro (MICS), dengan ukuran 1,8 mm untuk sebagian besar kombinasi kekuatan lensa.
Keluarga AT TORBI terdiri atas:
ZEISS AT TORBI 709M merupakan LIO satu bagian (single-piece) yang dapat dilipat, berdiameter optik 6,0 mm dan diameter total 11,0 mm, dengan angulasi haptik 0°. Bahan lensa adalah akrilik hidrofilik (25%) dengan sifat permukaan hidrofobik.

Spesifikasi lainnya:
Generasi penerusnya, AT TORBI 719M/719MP, memiliki desain optik dan bahan yang sama. Perbedaannya, kekuatan dinyatakan dalam ekuivalen sferis −8,0 D sampai +28,0 D dengan silinder +1,0 D sampai +4,0 D, konstanta A 118,4, dan indeks refraksi 1,46.
AT TORBI diindikasikan untuk koreksi afakia setelah ekstraksi katarak pada pasien dewasa yang memiliki astigmatisme kornea reguler, termasuk astigmatisme derajat sedang hingga tinggi. Lensa ini dirancang untuk fiksasi di dalam kantong kapsular.
Stabilitas rotasi. Desain haptik plat empat titik memberikan stabilitas rotasi yang baik di kantong kapsular. Pada studi prospektif 12 bulan terhadap 51 mata hiperopia dengan astigmatisme, rotasi lensa rata-rata 1,18 ± 1,35°, dan seluruh mata mengalami rotasi ≤ 5°. Pada mata Asia, rotasi absolut rata-rata setelah 3 bulan adalah 1,81°. Uji acak terkontrol juga menunjukkan bahwa stabilitas rotasi lensa torik haptik plat (AT TORBI 709M) lebih baik dibandingkan lensa torik haptik C-loop.

Koreksi astigmatisme yang dapat diprediksi. Dalam satu studi, 86% mata memiliki silinder refraktif ≤ 0,50 D dan 95% ≤ 1,00 D pascaoperasi, dengan aberasi orde tinggi okular yang rendah.
Tag: Torik Silinder Astigmatisme