Epiblepharon pada Anak

Artikel di bawah ini merupakan riwayat artikel yang dibuat pada tanggal 07 Jun 2026 21:04 (9 jam yang lalu).
Untuk melihat artikel ini dalam kondisi terupdate, silakan menuju halaman ini.

Apa Itu Epiblepharon?

Epiblepharon adalah kelainan kelopak mata yang sering ditemukan pada bayi dan anak-anak, terutama pada populasi Asia. Kondisi ini ditandai oleh adanya lipatan kulit dan otot tambahan pada kelopak mata yang mendorong bulu mata ke arah permukaan mata.

Berbeda dengan entropion, pada epiblepharon tepi kelopak mata tetap berada pada posisi normal, tetapi bulu mata dapat menyentuh kornea dan menimbulkan iritasi. Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), epiblepharon merupakan kelainan bawaan yang umumnya bersifat ringan dan sering membaik seiring pertumbuhan wajah anak.

Mengapa Epiblepharon Terjadi?

Epiblepharon terjadi akibat perkembangan anatomi kelopak mata yang belum sempurna. Lipatan kulit, terutama pada kelopak bawah, menyebabkan bulu mata terdorong ke arah kornea meskipun posisi kelopak tetap normal.

Pada banyak kasus, kondisi ini membaik secara spontan seiring pertumbuhan tulang wajah dan jaringan periokular.

Apa Gejalanya?

Sebagian anak tidak menunjukkan gejala. Namun, gesekan bulu mata terhadap kornea dapat menyebabkan:

  • Mata berair.
  • Mata merah.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Sering mengucek mata.
  • Rasa mengganjal pada mata.
  • Berkedip berlebihan.

Pada bayi dan anak kecil, gejala sering kali sulit dikenali sehingga diperlukan perhatian khusus dari orang tua.

Apakah Epiblepharon Berbahaya?

Sebagian besar kasus tidak menimbulkan komplikasi serius. Namun, kontak kronis antara bulu mata dan kornea dapat menyebabkan:

  • Erosi kornea.
  • Keratitis atau peradangan kornea.
  • Astigmatisme akibat perubahan bentuk kornea.
  • Gangguan penglihatan pada kasus yang berat.

Oleh karena itu, evaluasi oleh dokter spesialis mata diperlukan untuk menilai kondisi kornea dan menentukan kebutuhan terapi.

Apakah Semua Anak Memerlukan Operasi?

Tidak. Sebagian besar kasus dapat ditangani secara konservatif karena cenderung membaik dengan bertambahnya usia.

Penanganan nonoperatif meliputi:

  • Air mata buatan atau pelumas mata.
  • Pemantauan berkala.
  • Edukasi mengenai tanda-tanda iritasi kornea.

Operasi dipertimbangkan apabila terdapat gejala persisten, gesekan bulu mata yang bermakna, atau kerusakan kornea.

Kesimpulan

Epiblepharon adalah kelainan bawaan pada kelopak mata yang menyebabkan bulu mata mengarah ke kornea akibat adanya lipatan kulit tambahan. Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat membaik seiring pertumbuhan, gesekan kronis pada kornea dapat menimbulkan iritasi hingga gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata secara berkala diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi jangka panjang.


Tag: Epiblepharon Anak