Kontributor Utama : Dr. Ita Conita, SpM, FICS
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menghalangi cahaya masuk ke retina. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami bayi dan anak-anak.
Katarak pada anak dapat terjadi sejak lahir (katarak kongenital) atau muncul kemudian. Berdasarkan jumlah mata yang terkena, katarak dibedakan menjadi:
Katarak unilateral memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan ambliopia (mata malas) karena otak lebih mengandalkan mata yang sehat.
Pada masa bayi dan anak, sistem penglihatan masih berkembang. Jika cahaya terhalang oleh katarak, otak tidak menerima rangsangan visual yang cukup sehingga perkembangan penglihatan dapat terganggu secara permanen.
Karena itu, katarak yang mengganggu penglihatan perlu ditangani sedini mungkin, terutama pada katarak unilateral.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Operasi dilakukan dengan anestesi umum. Dokter akan mengangkat lensa yang keruh dan, pada kondisi tertentu, memasang lensa buatan (IOL). Namun, tidak semua anak yang menjalani operasi katarak langsung dipasang IOL. Keputusan pemasangan IOL ditentukan oleh dokter berdasarkan usia anak, kondisi anatomi mata, serta kesehatan mata secara keseluruhan.
Tujuan operasi adalah membuka kembali jalur masuk cahaya agar perkembangan penglihatan dapat berlangsung optimal.
Setelah operasi, anak mungkin masih memerlukan:
Keberhasilan pengobatan tidak hanya bergantung pada operasi, tetapi juga pada perawatan dan rehabilitasi visual setelahnya.
Katarak pada anak dapat terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral). Karena dapat mengganggu perkembangan penglihatan, katarak yang signifikan perlu ditangani sedini mungkin. Dengan operasi yang tepat dan tindak lanjut yang baik, banyak anak dapat memperoleh penglihatan yang optimal.
Tag: Operasi Katarak Anak